Selasa, 15 Desember 2009

SEHAT DAN SAKITNYA BAHASA DITINJAU DARI FILSAFAT ILMU

Filsafat memiliki arti yang sangat beragam salah satunya menurut Ali Mudhofir (1996) yaitu:
Filsafat sebagai analisis logis tentang bahsa dan penjelasan makna istilah. Kebanyakan filsuf memakai metode analisis untuk menjelaskan arti suatu istilah dan pemakaian bahasa. Beberapa filsuf mengatakan bahwa analisis tentang arti bahasa merupakan tugas pokok filsafat dan tugas analisis konsep sebagai satu-satunya fungsi filsafat. Para filsuf analitika seperti G. E. Moore, B. Russell, L. Wittgenstein, G. Ryle, J. L. Austin dan yang lainya berpendapat bahwa tujuan filsafat adalah menyingkirkan berbagai kekaburan dengan cara menjelaskan arti istilah atau ungkapan yang dipakai dalam ilmu pengetahuan dan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka berpendirian bahwa bahasa merupakan laboratorium para filsuf, yaitu tempat menyemai danmengembangkan ide-ide.
Semua ahli filsafat sependapat bahwa hubungan bahasa dengan filsafat sangat erat bahkan tidak dapat dipisahkan terutama dalam pengertian pokok bahwa tugas utama filsafat analisis konsep-konsep dan karena konsep tersebut terungkapkan melalui bahasa maka analisis tersebut tentunya berkaitan dengan makna bahasa yang digunakan dalam mengungkapkan konsep-konsep tersebut.
Sebagai contoh, problem filsafat yang menyangkut pertanyaan, keadilan, kebaikkan, kebenaran, kewajiban, hakikat ada ( metafisika ) dan pertanyaan-pertanyaan fundamental lainnya dapat dijelaskan dengan menggunakan metode analisis bahasa.
Tokoh-tokoh filsafat analitika bahasa hadir dengan terapi analitika bahasanya untuk mengatasi kelemahan, kekaburan, kekacauan selama ini ada dalam berbagai macam konsep filosofis.
Di Perancis terdapat suatu perubahan yang sangat radikal F. de Saussure telah meletakkan dasar-dasar filosofis terhadap linguistik. Pandangannya tentang hakikat bahasa telah membuka cakrawala baru bagi ilmu bahasa yang sebelumnya hanya berkiiblat pada tradisi Yunani.
Pada saat itulah disebut sehatnya bahasa, pemakaian bahasa yang saat penting , bahasa sebagai sarana analisis para filsuf dalam memecahkan, memahami dan menjelaskan konsep-konsep, problema-problema filsafat ( bahasa sebagai subyek ). Dan bahasa sebagai obyek material filsafat sehingga filsafat bahasa membahas hakikat bahasa itu sendiri. Hakikat bahasa sebagai substansi dan bentuk yaitu bahwa bahasa disamping memiliki makna sebagai ungkapan pikiran manusia juga memiliki unsur fisis yaitu struktur bahasa.
Sakitnya bahasa, disaat bahasa itu memiliki kelemahan yang tidak dijelaskan secara rinci. Kelemahan-kelemahan itu diantara:
1. Kekaburan makna
2. Bergantung pada konteks
3. Penuh dengan emosi
4. Menyesatkan
Untuk mengatasi kelemahan dan demi kejelasan kebenaran konsep-konsep filosofis maka perlu dilakukan suatu pembaharuan bahasa, yaitu perlu diwujudkan suatu bahasa yang sarat dengan logika sehingga ungkapan-ungkapan bahasa dalam filsafat kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan. Kelompok filsuf ini adalah Bertrand Russell. Menurut kelompok filsuf ini tugas filsafat yaitu membangun dan mengembangkan bahasa yang dapat mengatasi kelemahan-kelemahan yang terdapat dalam bahasa sehari-hari ini. Dengan suatu kerangka bahasa yang sedemikian itu dapat memahami dan mengerti tentang hakikat fakta-fakta atau kenyataan-kenyataan dasar tentang struktur metafisis dan realitas kenyataan dunia yang menjadi perhatian yang terpenting adalah usaha untuk membangun dan memperbaharui bahasa itu membuktikan bahwa perhatian filsafat itu memang berkenaan dengan konsepsi umum tentang bahasa serta makna yang terkandung didalamnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar