Minggu, 03 Januari 2010

TERNYATA, PANGLIMA ITU ADALAH SEBUAH KATA

Salah satu pengertian panglima adalah pemimpin kesatuan tentara atau pemimpin yang paling tinggi kedudukan dan kewenangannya diangkatan bersenjata atau kepolisian (Depdikbud: 1998, 725).
Ternyata, panglima itu adalah sebuah kata. Jadi sesuatu yang menjadi pemimpin, memiliki kedudukan dan kewenangan yang paling tertinggi terletak pada pikiran kita saat ini, hanya sebuah kata yang dapat merangkum semua ide cukup banyak dalam pikiran kita. Berbeda setiap orang memilih arti sebuah kata yang merupakan kalimat dari kata-kata atau kalimat yang telah ada. Dalam rangkuman saya di bawah ini, akan mengambil sebuah kata ‘ raja ‘ yang menjadi panglima dari kata-kata atau kalimat tulisan saya.
Kita adalah ‘ raja’ dari pikiran kita sendiri. Oleh sebab itu, usahakanlah selalu berperasangka positif dan hindari pikiran negatif. Sebagai ‘ raja ’ yang baik, kita harus mampu selalu memilih respon positif meski di tengah lingkungan paling buruk sekalipun. Motivasi untuk dapat maju dan terus berkarya datangnya dari diri sendiri, diri kita yang memunculkannya. Jangan pernah berkata atau merasa ‘ aku tidak layak ‘ meraih cita-cita yang besar dan berpikir maju. Setiap orang tidak diciptakan untuk menjadi kalah, tapi diciptakan untuk memberikan kemenangan.
Kita adalah ‘ raja ‘ dari pikiran kita sendiri, menentukan sukses tidak sukses adalah diri kita sendiri. Ada beberapa bekal sukses diantaranya ada yang bernama ‘PD’ (Percaya Diri). Salah satu masalah klasik yang dialami oleh sebagian orang adalah krisis percaya diri (krisis ‘PD’). Meskipun kelihatannya sederhana, namun jika dibiarkan berlama-lama krisis ‘PD’ bisa jadi bumerang tersendiri. Salah satunya, potensi yang ada dalam diri akan terhambat.
Kita adalah ‘ raja ‘ dari pikiran kita sendiri. Masa depan terletak pada sendiri, berhasil atau tidak berhasil seseorang dapat dipengaruhi oleh kepercayaan diri. Misal, saat kita menjadi seorang pelajar, mahasiswa atau peserta disuatu acara seminar atau sebuah pertemuan kita lebih memilih duduk dibagian pojok atau belakang yang tidak dapat dilihat oleh guru, dosen atau si pembicara, agar tidak ditunjuk atau ditanya. Disinilah salah satu ketidak percayaan diri seseorang. Padahal seringkali jika kita duduk dibagian belakang atau pojok, sering tidak terdengar suara si pembicara, membuat kita tertidur di dalam forum.

Banyak hal yang menyebabkan seseorang kurang percaya diri, diantaranya:
1. Sering berpikir yang ‘ tidak-tidak ‘ tentang diri sendiri.
Sering memandang kelemahan dan kekurangan pada diri sendiri adalah paling buruk dibandingkan dengan orang lain. Padahal semua yang kita miliki adalah anugerah dari Tuhan yang pasti ada manfaatnya, baik kekurangan bahkan kelebihannya. Kita harus bisa menghargai apa yang telah dimiliki.

2. ‘ Takut salah ‘ dapat membuat diri kita tidak maju.
Jika kita selalu takut salah dalam melakukan sesuatu, maka pastinya kita tidak akan pernah bisa berhasil. Sebenarnya kesalahan adalah langkah awal menuju keberhasilan. Tokoh-tokoh besar dunia yang penemuannya dapat dinikmati oleh semua masyarakat di dunia, dulu mereka banyak melakukan kesalahan. Namun mereka terus menerus mencoba untuk memperbaiki kesalahannya hingga tercipta sebuah penemuan yang besar; seperti telepon, lampu pijar, pesawat terbang dan lain sebagainya.
Selain para tokoh dunia dengan penemuannya yang luar biasa, para filsuf juga dengan pemikirannya dapat menjadikan ia seorang filsuf yang hebat. Pada awalnya juga melakukan penelitian melalui pemikiran-pemikiran yang hebat tidak langsung benar tapi dari suatu kesalahan ia belajar. Tanamkanlah dalam diri kita ‘ sang raja ‘ bahwa dari suatu kesalahan akan muncul hasil karya yang besar, maka teruslah mencoba dan berusahalah untuk tidak takut salah.

3. Jika seseorang bergaul dengan pengecut, otomatis orang tersebut juga akan menjadi pengecut.
Pergaulan bisa mempengaruhi kepribadian seseorang, jika seseorang berada di lingkungan yang mayoritas tidak punya rasa percaya diri tinggi, maka jangan harap kita bia percaya diri.
Yakinlah, sedikit banyak percaya diri kita sangat dipengaruhi oleh lingkungan dimana kita berad. Oleh sebab itu, pandai-pandailah mencari teman atau pergaulan yang memiliki kepercayaan tinggi. Ada istilah yang sering kita dengar ‘ jika ingin kaya, bergaulah dengan orang-orang kaya’, maksudnya bukan berarti kalau kita tidak punya uang bisa bersandar pada mereka dan meminjam uang, tapi tujuan kita adalah bisa menyerap ‘ cara berpikir ‘ mereka yang bisa membuat mereka menjadi kaya.

4. Tidak perlu terpengaruh pendapat orang lain.
Kita sering terpengaruh dengan pendapat orang lain. Namun, tidak semua pendapat itu benar. Pendapat atau masukan dari luar boleh saja kita tampung, yang selanjutnya kita olah sebagai evaluasi diri.
Jika ada pendapat yang justru membuat kita menjadi mundur dan tidak berhasil, maka berhak untuk ditolak pendapat tersebu, tanpa perlu terpengaruh oleh pendapat itu.

Kita adalah ‘ raja ‘ dari pikiran kita sendiri, jadi hilangkanlah jauh-jauh rasa minder dalam diri kita, tidak perlu resah dengan kekurangan yang ada.
Jika kita telah melakkukan kesalahan maka tinggal diperbaiki kesalahan tersebut, dan jadikanlah kesalahan itu sebagai pengalaman.
Kita adalah ‘ raja ‘ dari pikiran kita sendiri, maka selalu perkaya diri dengan ilmu karena dengan memiliki banyak ilmu otomatis kekurangan kita dalam hal lain bisa tertutupi oleh kelebihan lain yang kita milliki.
Begitu banyak orang yang tidak menyadari ‘ sleeping giant ‘dalam dirinya. Potensi dahsyat dan besar acapkali diabaikan oleh alam pikirannya sendiri, yaitu perasaan minder. Jadi percaya diri haruslah ditanamkan selalu dalam diri kita, agar semua potensi yang hebat dapat keluar dan tidak lagi terhambat.


Refrensi
Depdikbud. 1998. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Depdikbud: Jakarta

1 komentar:

  1. makasih tulisannya Nenk,,, aku smkin jdi percaya diri dengan apa yang kumiliki,,, siip
    semoga kita selalu bersyukur dengan ap yang kita miliki,,,

    BalasHapus